Dia adalah sosok pemimpin yang bijak. dia sesosok panutan yang arif. dia adalah teladan yang sangat tegar. ketika di kucilkan, tak pernah sekalipun ia menyimpan dendam. ketika di hadapkan berbagai rintangan, tak sedetik pun ia mengeluh. Ia selalu memberikan motivasi yang agung. kata-katanya bak mutiara yang jarang ditemukan. tak pernah sekalipun ia berburuk sangka kepada orang lain. Ia bahkan tak pernah menangis ketika ditinggalkan oleh orang yang ia cintai untuk selamanya. Hatinya memang baja. Ia selalu bertekad untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi dari pengalaman sebelumnya.
Namun, ada suatu hal yang membuatnya tak bisa memberhentikan cucuran air yang mengalir membasahi pelupuk matanya. Ia paling tidak suka ketika dirinya diberlakukan tidak adil. Ia paling benci di curangi. Apabila jatuh, ia selalu mengkoreksi pada dirinya terlebih dahulu. Makanya tak sekalipun ia berkecil hati jika memang orang lain lebih baik darinya. Belajar dari pengalaman, membuatnya bangkit dan terus bangkit. ia terus menerus mengambil alih posisi teratas. Karyanya selalu berkembang lebih baik dan baik. Nyatanya, inilah hidup. Semakin ia berada diatas, semakin banyak pula goncangan yang harus ia terima.
Dia adalah sosok ibu yang kuat. dia selalu mengajarkan kepada kami tentang kejujuran. dia selalu menegakkan kepada kami mengenai keadilan. Namun, begitulah negeri ini. Negeri antah berantah yang tak pernah puas akan sesuatu yang didapat. Negeri dimana keserakahan selalu dibanggakan.
Apa kebahagiaan sejenak bisa membuatmu hidup kekal? Apakah kesenangan sementara membuatmu berjaya? Apakah dengan menindas yang tidak berdaya bisa memuaskan nafsu lahirmu?
INIKAH NEGERI ELOK YANG SELALU DIBANGGA-BANGGAKAN? INIKAH NEGERI INDAH YANG HANYA JADI TEMPAT MENIMBUN HARTA?
Dimana letak keadilan yang selalu diumbar-umbar untuk dijunjung tinggi? Dimana letak kejujuran yang selalu diajarkan untuk ditegakkan didalam diri?
Bahkan rasanya aneh. Untuk hal sekecil itupun terdapat kecurangan yang sangat keji. Apakah kemenangan adalah ketika anda menjadi pertama dengan cara yang licik? Apakah kemenangan adalah ketika anda berhasil menindas orang-orang yang tidak berdaya?
Sungguh malang nasib negeri ini. Mengapa harus diambil alih oleh tangan-tangan kotor yang selalu merampas kesucianmu?
Kamis, 07 November 2013
Langganan:
Komentar (Atom)