Sabtu, 25 Mei 2013

Selamat terlahir kembali.

Haiiiii.
Aku turut berbahagia mendengar berita menggembirakan ini. Selamat atas kelulusanmu!!!:D Maafkan aku karena tidak bisa mengucapkan secara langsung. bukan apa-apa, aku hanya tak mau terlihat tidak tahu diri karena tiba-tiba muncul kembali di kehidupanmu. dan sekali lagi aku minta maaf karena ucapan selamatku mungkin terlambat. tetapi ketahuilah aku hanya ingin menjadi orang terakhir yang mengucapkan selamat atas kelulusanmu.
Apakah kau melakukan ritual lama yang sudah turun-temurun itu? ritual coret-menyoret baju ketika mendengar pengumuman kelulusan :p Haha aku pikir ya. sebenarnya aku ingin menuliskan sebuah tanda tangan pada baju yang sengaja kau coret itu. agar kelak ketika kau melihat baju usangmu itu, otomatis kau akan melihat tanda tanganku. dan akhirnya kau pun mengingatku.
Ngomong-ngomong, kalau boleh aku tahu, ingin melanjutkan sekolah kemana? apa mungkin keluar kota? ataukah hingga menyebrang pulau? Ah. aku selalu berdoa yang terbaik untukmu.
Dimanapun kamu akan melanjutkan sekolahmu, aku harap kau senang dengan pilihanmu itu. dan aku berharap kau akan menikmatinya.
Mungkin ini adalah coretan terakhir yang aku tulis untukmu, karena (mungkin) setelah ini aku tidak dapat mengetahui lagi segala informasi tentangmu. kau tahu? waktu. ya waktu akan semakin menciptakan beberapa renggangan menjadi jarak yang jauh diantara kita. dimana hingga pada saatnya kau mungkin akan melupakan semua kejadian yang pernah kau alami di masa lampaumu.
Dan untuk terakhir kalinya aku hanya dapat mengatakan SELAMAT DATANG DI DUNIA NYATAMU. Selamat terlahir kembali. Hiduplah sehidup-hidupnya. tinggalkanlah semua kisah yang membebanimu selama kau menjadi seorang pelajar. Majulah kedepan, dan jangan pernah berhenti ataupun menengok kebelakang. Kejarlah apa yang menjadi impianmu. Aku selalu berdoa untuk kesuksesanmu.


Salam manis,
Serpihan yang merindu.

Kamis, 23 Mei 2013

mungkin ini bukanlah kesalahan.

"Tingkah anehmu membuat cekikikan diantara senyumku"

Selalu saja apa yang kau lakukan membuatku ingin tertawa. terkadang yang mereka anggap biasa, membuat makna lebih dari itu untukku. Sungguh, tingkah anehmu selalu mengundang senyum pada bibirku. ucapan seriusmu seakan sebuah lelucon pada telingaku. Kau memang tak masuk akal.
ketika tepat aku berdiri dibelakangmu, teman-temanmu seolah mengejekmu sambil melihatku. Sungguh, ada rasa khawatir pada diriku. Mengapa temanmu seakan mengetahui tentang keadaan kita - maksudku keadaanku- ? Dan tentu saja sekali lagi teman-temanku pun tak kalah membuat keadaan semakin menyudutkanku. Mereka -tentu saja- mengejekku. memanggil-manggil namaku dengan kencang agar kau menyadari keberadaanku. sungguh dewa zeus sepertinya turut serta ingin mempermalukanku.

 "Langkah gagahmu selalu saja menciutkan keberanianku"

Bagaimana bisa kau berjalan tegas beraturan seperti layaknya permainan yang telah kau setting terlebih dahulu strateginya? Bagaimana bisa gerakan tegasmu itu menyerap satu persatu energi dalam tubuhku? Bagaimana bisa kau membuat semua inderaku melumpuh? Bagaimana bisa?
Kau seperti medan magnet yang dengan egoisnya menarik kutub perhatianku. kau laksana tentara militer yang selalu memerintahku untuk tetap fokus kearahmu.tetapi mata hazelmu serta langkah pastimu selalu saja meruntuhkan tembok keberanianku. aku takut. bahkan sangat takut. kau begitu menyeramkan bagiku.

"Berbicara denganmu membuat jantungku berdegub kencang"

Sekali lagi ini bicara tentang kau. Tentang dirimu yang selalu kuperhatikan namun sama sekali tak pernah kembali memperhatikanku. Tentang dirimu yang selalu ku puja, namun tidak pernah sekali pun kau memujaku. tentangmu yang selalu hadir dalam mimpiku, namun tak pernah satupun diantara mimpimu aku bersinggah. Sebenarnya tidak ada yang salah dari cara bicaramu. hanya saja suaramu mampu membuatku melayang ke langit ketujuh. Sebenarnya tidak ada yang salah dari caramu tersenyum, hanya saja kau mampu menghipnotisku agar tak mampu berpaling dari hadapanmu. sungguh, kau memang luar biasa.

"kesombonganmu bahkan membuatku semakin mengagumi"

kau bahkan terlalu angkuh untuk ku kenal. bagaimana bisa kau bertahan dalam kepura-puraanmu itu? bahkan tak bisakah kau mengeluhkan apa yang menjadi kesakitanmu sekali saja terhadapku. berhentilah menipuku. aku sudah tahu kebenaran tentangmu. tentang kau yang selalu menyembunyikan semua kepedihanmu. tentang kau yang selalu bertahan dalam kepahitan. Berhentilah memanipulasi semua ini.

"kau begitu membingungkan"

Baiklah, mungkin ini bukan kesalahan. Hanyalah sebuah kekeliruan yang ada. Keraguan yang semakin menenggelamkanku. Menjeratkan tubuhku diantara kebimbangan-kebimbangan. mengorek luka yang membekas di relung jiwa. Menampar manis diantara kuasa cinta. Sungguh tak dapat aku mengatakan satu persatu rasa yang tercipta tiap kali berhadapan langsung denganmu. Namun aku sering memanggilnya dengan sebutan kagum.

Minggu, 12 Mei 2013

Excelent!

Pernah ketangkep di sebuah kelas yang paling brutal, berandal, dan gapernah ada sisi possitifnya sama sekali? pernah kejebak di suatu ruangan yang suram, ga berwarna, dan bahkan terkesan worst? sekali lagi tentunya ini mengenai excelent.
EXCELENT?
Everyone XC Energic Limited Edition & Nice Talent!!!

ituloh XC yang sering dapet predikat the worst dimata guru-guru. Ituloh XC yang sering banget bikin ulah dengan guru-guru. Dan sekali lagi ituloh XC yang sering jadi sorotan-sisi negatif- semua orang.

Apa yang salah dengan anak-anak yang hyperactive? Apa yang salah dengan anak-anak yang senang mengungkapkan ekspresinya rame-rame? Apa yang salah dengan kami? Apa yang salah dengan sepuluh c?

Baiklah. (Mungkin) tidak ada yang salah dengan menjadi sorotan kelas terheboh yang setiap harinya karena bertingkah aneh. (mungkin) tidak ada yang salah dengan menguncikan teman yang lagi tidur pada saat 1 jam pelajaran kosong terakhir, dan mengendap-ngendap keluar diem-diem pada saat bel pulang bunyi, lalu mengintip sang korban dari jendela yang masih tidur lelap, dan pada saat sang korban terbangun langsung dinyanyikan selamat ulang tahun padahal ia tidak ulang tahun hari itu. (mungkin) tidak ada yang salah dengan kelas ini yang begitu semangat mengikuti outbond-outbond bahkan terkesan terlalu sedangkan kelas lain yang terlihat begitu lesu dan mungkin tidak tertarik.

Lalu? dimana letak kesalahannya? dimana letak permasalahanya? dimana?
Atau mungkin kami yang salah disaat kelas lain malah berlomba-lomba mengirimkan anggota untuk mengikuti suatu kompetisi pelajaran, sedangkan kelas kami malah justru sangat menghindari namanya tercatat dalam anggota yang akan dikirimkan untuk seleksi pada lomba tersebut.
atau mungkin, ketika semua kelas sangat antusias mengikuti perlombaan mading, sedangkan kelas kami malah acuh tak acuh dengan perlombaan yang diadakan sekolah itu.
atau mungkin kami yang salah ketika kelas lain justru terkenal dengan predikat keberprestasiannya, sedangkan kelas kami hanya terkenal karena predikat keonarannya.

Walau begitu...
Siapa yang harus disalahkan? Siapa yang patut menjadi tersangka? Haruskah kami menyalahkan nama kelas yang seharusnya tidak diberi gelar C? haruskah kami menyalahkan lokasi kelas yang seharusnya tidak membelakangi ruang seni? haruskah kami menyalahkan wali kelas tercinta yang sangat tidak patut disalahkan? Dan ataukah kami harus menyalahkan diri kami sendiri?
Tentunya.
Dalam perkara ini yang paling pantas disalahkan adalah diri masing-masing.

Dan sekali lagi dalam perkara-perkara yang terjadi, kami hanya mampu mengatakan.
"INILAH KAMI APA ADANYA YANG TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJADI MEREKA."
 
blogger template by arcane palette