"Tingkah anehmu membuat cekikikan diantara senyumku"
Selalu saja apa yang kau lakukan membuatku ingin tertawa. terkadang yang mereka anggap biasa, membuat makna lebih dari itu untukku. Sungguh, tingkah anehmu selalu mengundang senyum pada bibirku. ucapan seriusmu seakan sebuah lelucon pada telingaku. Kau memang tak masuk akal.
ketika tepat aku berdiri dibelakangmu, teman-temanmu seolah mengejekmu sambil melihatku. Sungguh, ada rasa khawatir pada diriku. Mengapa temanmu seakan mengetahui tentang keadaan kita - maksudku keadaanku- ? Dan tentu saja sekali lagi teman-temanku pun tak kalah membuat keadaan semakin menyudutkanku. Mereka -tentu saja- mengejekku. memanggil-manggil namaku dengan kencang agar kau menyadari keberadaanku. sungguh dewa zeus sepertinya turut serta ingin mempermalukanku.
"Langkah gagahmu selalu saja menciutkan keberanianku"
Bagaimana bisa kau berjalan tegas beraturan seperti layaknya permainan yang telah kau setting terlebih dahulu strateginya? Bagaimana bisa gerakan tegasmu itu menyerap satu persatu energi dalam tubuhku? Bagaimana bisa kau membuat semua inderaku melumpuh? Bagaimana bisa?
Kau seperti medan magnet yang dengan egoisnya menarik kutub perhatianku. kau laksana tentara militer yang selalu memerintahku untuk tetap fokus kearahmu.tetapi mata hazelmu serta langkah pastimu selalu saja meruntuhkan tembok keberanianku. aku takut. bahkan sangat takut. kau begitu menyeramkan bagiku.
"Berbicara denganmu membuat jantungku berdegub kencang"
Sekali lagi ini bicara tentang kau. Tentang dirimu yang selalu kuperhatikan namun sama sekali tak pernah kembali memperhatikanku. Tentang dirimu yang selalu ku puja, namun tidak pernah sekali pun kau memujaku. tentangmu yang selalu hadir dalam mimpiku, namun tak pernah satupun diantara mimpimu aku bersinggah. Sebenarnya tidak ada yang salah dari cara bicaramu. hanya saja suaramu mampu membuatku melayang ke langit ketujuh. Sebenarnya tidak ada yang salah dari caramu tersenyum, hanya saja kau mampu menghipnotisku agar tak mampu berpaling dari hadapanmu. sungguh, kau memang luar biasa.
"kesombonganmu bahkan membuatku semakin mengagumi"
kau bahkan terlalu angkuh untuk ku kenal. bagaimana bisa kau bertahan dalam kepura-puraanmu itu? bahkan tak bisakah kau mengeluhkan apa yang menjadi kesakitanmu sekali saja terhadapku. berhentilah menipuku. aku sudah tahu kebenaran tentangmu. tentang kau yang selalu menyembunyikan semua kepedihanmu. tentang kau yang selalu bertahan dalam kepahitan. Berhentilah memanipulasi semua ini.
"kau begitu membingungkan"
Baiklah, mungkin ini bukan kesalahan. Hanyalah sebuah kekeliruan yang ada. Keraguan yang semakin menenggelamkanku. Menjeratkan tubuhku diantara kebimbangan-kebimbangan. mengorek luka yang membekas di relung jiwa. Menampar manis diantara kuasa cinta. Sungguh tak dapat aku mengatakan satu persatu rasa yang tercipta tiap kali berhadapan langsung denganmu. Namun aku sering memanggilnya dengan sebutan kagum.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar